Tuntunan Rasulullah Dalam Pemberian Nama Bayi Secara Islam

Tuntunan Rasulullah Dalam Pemberian Nama Bayi Secara Islam

Bayi baru lahir
Memberikan nama adalah keharusan ornag tua untuk anaknya. Tentunya bukan sembarang memberikan nama, namun harus dipilih dengan pertimbangan yang matang. Nama harus indah dan tentunya bermakna naik. 

Nama adalah ciri atau tanda, maksudnya adalah orang yang diberi nama dapat mengenal dirinya atau dikenal oleh orang lain. Dan hakikat pemberian nama kepada anak adalah agar ia dikenal serta memuliakannya. Oleh sebab itu para ulama bersepakat akan wajibnya memberi nama kapada anak laki-laki dan perempuan. Oleh sebab itu apabila seseorang tidak diberi nama, maka ia akan menjadi seorang yang majhul (=tidak dikenal) oleh masyarakat.

Tentang waktu pemberian nama, telah datang sunnah dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam tentang waktu pemberian nama, yaitu: pada saat ia lahir, pada hari ketiga setelah ia lahir, dan pada hari ketujuh setelah ia lahir.

Mengenai pemberian nama kepada anak adalah Hak (Kewajiban) Bapak, ternyata tidak ada perbedaan pendapat bahwasannya seorang bapak lebih berhak dalam memberikan nama kepada anaknya dan bukan kepada ibunya. Hal ini sebagaimana telah tsabit (=tetap) dari para sahabat radhiallahu ‘anhum bahwa apabila mereka mendapatkan anak maka mereka pergi kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam agar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam memberikan nama kepada anak-anak mereka. Hal ini menunjukkan bahwa kedudukan bapak lebih tinggi daripada ibu.


Memilih Nama Terbaik Untuk Anak

Kewajiban bagi seorang bapak adalah memilih nama terbaik bagi anaknya, baik dari sisi lafadz dan maknanya, sesuai dengan syar’iy dan lisan arab. Kadangkala pemberian nama kepada seorang anak baik adab dan diterima oleh telinga/pendangaran akan tetapi nama tersebut tidak sesuai dengan syari’at.

Tata Tertib Pemberian Nama Seorang Anak

1. Disukai Memberikan Nama Kepada Seorang Anak Dengan Dua Suku Kata, misal Abdullah, Abdurrahman. Kedua nama ini sangat disukai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana diterangkan oleh Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Dawud dll. Kedua nama ini menunjukkan penghambaan kepada Allah Azza wa Jalla.

Dan sungguh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan nama kepada anak pamannya (Abbas radhiallahu ‘anhu), Abdullah radhiallahu ‘anhuma. Kemudian para sahabat radhiallahu ‘anhum terdapat 300 orang yang kesemuanya memiliki nama Abdullah.

Dan nama anak dari kalangan Anshor yang pertama kali setelah hijrah ke Madinah Nabawiyah adalah Abdullah bin Zubair radhiallahu ‘anhuma.

2. Disukai Memberikan Nama Seorang Anak Dengan Nama-nama Penghambaan Kepada Allah Dengan Nama-nama-Nya Yang Indah (Asma’ul Husna), misal: Abdul Aziz, Abdul Ghoniy dll. Dan orang yang pertama yang menamai anaknya dengan nama yang demikian adalah sahabat Ibn Marwan bin Al-Hakim.

3. Disukai Memberikan Nama Kepada Seorang Anak Dengan Nama-nama Para Nabi.

4. Memberikan Nama Kepada Seorang Anak Dengan Nama-nama Orang Sholih Dari Kalangan Kaum Muslimin.

Telah tsabit dari hadits Mughiroh bin Syu’bah radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, ia bersabda:

أنهم كانوا يسمون بأسماء أنبيائهم والصالحين (رواه مسلم).

“Sesungguhnya mereka memberikan nama (pada anak-anak mereka) dengan nama-nama para nabi dan orang-orang sholih” (HR. Muslim).


Syarat-syarat Dalam Pemberian Nama
  • Nama tersebut menggunakan bahasa arab.
  • Nama tersebut dibangun dengan makna yang baik secara bahasa dan syari’at. Oleh karenanya dengan adanya syarat ini tidak boleh menggunakan nama-nama yang haram atau makruh baik dalam segi lafadz ataupun maknanya. Oleh karena itu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam merubah nama-nama yang jelek menjadi nama-nama yang baik dari segi lafadz dan maknanya.

Nama-nama yang Diharamkan
  • Kaum muslimin telah bersepakat terhadap haramnya penggunaan nama-nama penghambaan kepada selain Allah Ta’ala baik dari matahari, patung-patung, manusia atau selainnya, missal: Abdur Rasul (=hambanya Rasul), Abdun Nabi (=hambanya Nabi) dll. Sedangkan selain nama Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, misal: Abdul ‘Izza (=hambanya Al-‘Izza (nama patung/berhala), Abdul Ka’bah (=hambanya Ka’bah), Abdus Syamsu (=hmabanya Matahari) dll.
  • Memberi nama dengan nama-nama Allah Tabaroka wa Ta’ala, misal: Rahim, Rahman, Kholiq dll.
  • Memberi nama dengan nama-nama asing atau nama-nama orang kafir.
  • Memberi nama dengan nama-nama patung/berhala atau sesembahan selain Allah Ta’ala, misal: Al-Lat, Al-‘Uzza dll.
  • Memberi nama dengan nama-nama asing baik yang berasal dari Turki, Faris, Barbar dll.
  • Setiap nama yang memuji (tazkiyyah) terhadap diri sendiri atau berisi kedustaan.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

إن أخنع إسم عند الله رجل تسمى ملك الأملاك (رواه البخاري؛ مسلم).

“Sesungguhnya nama yang paling dibenci oleh Allah adalah seseorang yang bernama Malakul Amlak (=rajanya diraja)” (HR. Bukhori; Muslim).
  • Memberi nama dengan nama-nama Syaithon, misal: Al-Ajda’ dll.

Nama-nama Yang Dimakruhkan
  • Dimakruhkan memberi nama anak dengan nama-nama orang fasiq, penz!na dll.
  • Dimakruhkan memberi nama anak dengan nama perbuatan-perbuatan jelek atau perbuatan-perbuatan maksiat.
  • Dimakruhkan memberi nama anak dengan nama para pengikut Fir’un, misal: Fir’un, Qarun, Haman.
  • Dimakruhkan memberi nama anak dengan nama-nama hewan yang telah dikenal akan sifat-sifat jeleknya, misal: Anjing, keledai dll.
  • Dimakruhkan memberi nama anak dengan Ism, mashdar, atau sifat-sifat yang menyerupai terhadap lafzdz “agama” (الدين) , dan lafadz “Islam” (الإسلام), misal: Nurruddin, Dliyauddin, Saiful Islam dll.
  • Dimakruhkan memberi nama ganda), misal: Muhammad Ahmad, Muhammad Sa’id dll.
  • Para ulama memakruhkan memberi nama dengan nama-nama surat dalam Al-Qur’an, misal: Thoha, Yasin dll.
Sumber
Read More
Nama Putera-Puteri Nabi Muhammad S.A.W

Nama Putera-Puteri Nabi Muhammad S.A.W

Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam memiliki 7 Orang anak, terdiri dari 3 putra dan 4 Puteri, berikut ini penjelasannya...
  1.  Al-Qasim, seorang laki-laki, anak pertama Rasulullah saw. yang dilahirkan dan meninggal sebelum masuk masa kenabian (masa mulai turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad saw.), ketika meninggal ia masih berusia dua tahun.
  2. Abdullah, putra Nabi saw. yang disebut juga at-Thayyib dan at-Thahir, ada pula yang berpendapat bahwa nama lainnya adalah at-Thayyib bukan at-Thahir. Mengenai kelahirannya ada yang berpendapat bahwa ia lahir ketika telah masuk masa kenabian, tetapi ada pula yang mengatakan kalau ia tak pernah menemui masa kenabian.
  3. Zainab, anak perempuan Rasulullah saw. yang tertua. Melahirkan anak yang bernama ‘Aliy dan Yahya yang keduanya meninggal waktu masih kecil.
  4. Ruqayyah, putri Rasulullah saw. yang diperistri oleh Utsman bin Affan. Beliau melahirkan seorang anak yang bernama Abdullah. Putri Rasulullah saw. ini wafat pada hari ketika Zaid bin Haritsah menyampaikan berita gembira tentang kemenangan kaum muslimin dalam pertempuran Badar.
  5. Ummu Kultsum, putri Nabi saw. yang dinikahi Utsman bin Affan setelah saudarinya (Ruqayyah) wafat. Ummu Kultsum wafat pada bulan Sya’ban tahun 9 Hijriyah tanpa memiliki anak.
  6. Fathimah (Fatimah) atau Fatimah az-Zahra, putri Nabi saw. yang diperistri oleh ‘Ali bin Abi Thalib. Beliau melahirkan anak yang bernama Hasan, Husain, Muhsin, Ruqayyah, Zainab dan Ummu Kultsum. Adapun Muhsin dan Ummu Kultsum meninggal waktu masih kecil.
  7. Ibrahim, putra Rasulullah yang meninggal saat berumur tujuh puluh malam, ada pula yang mengatakan saat berusia tujuh bulan dan yang lain berpendapat berumur delapan bulan.

Putra-putri Nabi Muhammad saw. yang bernama al-Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum dan Fatimah dilahirkan di Makkah oleh istri Nabi saw. yang pertama, yaitu Khadijah r.a. Semua putri Rasulullah saw. pernah mengalami masa kenabian, masuk Islam dan turut berhijrah ke Madinah.

Adapun Ibrahim dilahirkan di Madinah oleh istri Nabi saw. yang bernama Maria al-Qibthiyyah (orang Mesir).

Semua anak-anak Nabi saw. meninggal saat beliau masih hidup, kecuali Fathimah yang wafat paling akhir, yakni tujuh bulan setelah wafatnya Rasulullah saw.
Read More
Nama-Nama Isteri-Isteri Rasulullah

Nama-Nama Isteri-Isteri Rasulullah

 Bunga dan Kumbang
Selama hidupnya Nabi Muhammad S.A.W menikah dengan 11 atau 13 orang wanita (terdapat perbedaan pendapat mengenai hal ini). Pada umur 25 Tahun ia menikah dengan Khadijah yang berumur 40 tahun, yang berlangsung selama 25 tahun hingga Khadijah wafat. Pernikahan ini digambarkan sangat bahagia, sehingga saat meninggalnya Khadijah (yang bersamaan dengan tahun meninggalnya Abu Thalib pamannya) disebut sebagai tahun kesedihan.
Sepeninggal Khadijah, Khawla binti Hakim menyarankan kepadanya untuk menikahi Saudah binti Zam'ah (seorang janda) atau Aisyah (putri Abu Bakar). Atas perintah Allah, Nabi Muhammad S.A.W menikahi keduanya. Kemudian Muhammad tercatat menikahi beberapa orang wanita lagi hingga jumlah seluruhnya sekitar 11 orang, sembilan di antaranya masih hidup sepeninggal Nabi Muhammad S.A.W.

Beberapa alasan mengapa Nabi Muhammad melakukan pernikahan lagi, dan alasan-alasan yang ada empat tersebut adalah:
  • Membantu janda-janda dari para Sahabat yang gugur di medan perang.
  • Menciptakan ikatan kekeluargaan antara beliau dan para Sahabat.
    – Muhammad menikahi putri dari Abu Bakar dan Umar.
    – Usman dan Ali menikahi anak-anak perempuan Muhammad.
    – Kedua hal tadi membuat Muhammad memiliki ikatan keluarga dengan keempat Khalifah pertama.
  • Menyebarkan ajarannya dengan cara menyatukan berbagai klan yang berbeda lewat pernikahan.
  • Meningkatkan kredibilitas tentang kehiduban pribadi berumah tangganya. Jika istrinya hanya satu, ditakutkan akan menjadi beban besar bagi istri tersebut dan beliau takut istrinya akan didiskreditkan oleh orang lain. Dengan adanya istri lain, sumber pengetahuan akan lebih banyak, dan pendiskreditan menjadi lebih sulit.

Berikut ini Nama-Nama Isteri Rasulullah:
  1. Khadijah binti Khuwailid
  2. Saudah binti Zum'ah
  3. Aisyah binti Abu Bakar
  4. Hafshah binti Umar
  5. Zainab binti Khuzaimah
  6. Hindun binti Abi Umayyah
  7. Zainab binti Jahsy
  8. Juwairiyah binti al-Harits
  9. Ramlah binti Abu Sufyan
  10. Shafiyah binti Huyay
  11. Maimunah binti al-Harits
  12. Mariyah binti Syam’un al Qibtiyyah 
Read More
10 Nama Sahabat Rasul yang Cocok Untuk Nama Bayi

10 Nama Sahabat Rasul yang Cocok Untuk Nama Bayi

10 Nama Sahabat Rasul (Asratul Kiraam)
Bagi anda yang akan memiliki anak ataupun yang baru saja mendapat rizki seorang putra, dan masih bingung untuk memberi nama bayinya, mungkin kesepuluh nama sahabat yang dijamin masuk surga ini cocok. silahkan untuk dipilih.

Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang petama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridho kepada mereka dengan mereka dan mereka ridho kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.” (Qs At-Taubah : 100)


Berikut ini Nama-nama 10 orang sahabat Rasul yang dijamin masuk syurga (Asratul Kiraam).
  1. Abu Bakar Siddiq ra.
  2. Umar Bin Khatab ra.
  3. Usman Bin Affan ra.
  4. Ali Bin Abi Thalib ra.
  5. Thalhah Bin Ubaidillah ra.
  6. Zubair Bin Awaam
  7. Sa’ad bin Abi Waqqas
  8. Sa’id Bin Zaid
  9. Abdurrahman Bin Auf
  10. Abu Ubaidillah Bin Jarrah
Read More
Nama Khulafaur Rasyidin yang Cocok Untuk Nama Bayi

Nama Khulafaur Rasyidin yang Cocok Untuk Nama Bayi

Khulafaur Rasyidin
Khulafaur Rasyidin atau Khalifah Ar-Rasyidin adalah empat orang khalifah (pemimpin) pertama agama Islam sebagai penerus kepemimpinan Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam setelah ia wafat. Empat orang tersebut adalah para sahabat dekat Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam yang tercatat paling dekat dan paling dikenal dalam membela ajaran yang dibawanya di saat masa kerasulan Nabi Muhammad salallahu alaihi wassalam. Keempat khalifah tersebut dipilih bukan berdasarkan keturunannya, melainkan berdasarkan konsensus bersama umat Islam.
Khalifah dalam bahasa indonesia dapat diartikan sebagai Pengganti atau orang yang berada dibelakang seseorang. Khalifah adalah bentuk tunggal; bentuk jamaknya : Khulafa. Sedangkan Al rasyidun atau Al Rasyidin dalam bahasa indonesia berarti benar, lurus, atau Pintar.


Dalam sejarah islam, Khulafaur Rasyidin diartikan : Pengganti Rasullulah yang benar dan lurus, yang diterima oleh umat. Para khalifah yang mendapat sebutan khulafaur Rasyidin adalah empat orang Khalifah yang secara berturut-turut menggantikan kedudukan dan tugas rasulullah.

Keempat Khulafaur Rasyidin (Klik nama Khulafaur Rasyidin untuk mengetahui kisah lengkapnya)

  1. Abu Bakar (memimpin tahun 11 s/d 13 H atau 534 s/d 634 M)
  2. Umar bin Khattab  (memimpin tahun 13 s/d 23 H atau 634 s/d 644 M)
  3. Utsman bin Affan (tahun 23 s/d 35 H atau 644 s/d 655 M)
  4. Ali bin Abi Thalib (memimpin tahun 35 s/d 41 H atau 655 s/d 661 M)
Mereka ini merupakan para sahabat nabi yang terpercaya dan terkemuka. Jasa mereka sangat besar dalam membantu tugas Nabi Muhammad dalam menyiarkan Agama Islam. Dalam kurun waktu 29 tahun, mereka dapat memperluas Islam sampai ke wilayah Syam, Irak Mesir, sudan, palestina, dan beberapa daerah di Benua Afrika. Oleh sebab itu, mereka sangat pantas mendapat sebutan
Sifat Utama yang dapat dijadikan ciri seorang Khulafaur rasyidin adalah ia merupakan pemimpin arif dan bijaksana. Sebab dalam menjalankan kepemimpinannya selalu mengacu pada keteladanan Nabi Muhammad saw dalam memimpin umat islam maupun dalam mengelola negara dan kepemerintahan.


Sifat-sifat lain yang dimiliki oleh seorang Khulafaur rasyidin antara lain :

  1. memiliki sifat arif dan bijaksana.
  2. memiliki kewibawaan dan rasa kedisiplinan yang tinggi.
  3. memiliki wawasan dan pengetahuan agama yang luas dan mendalam.
  4. berani, tegas dalam menegakkan kebenaran.
    memiliki kemauan yang keras.
Read More
25 Nama Nama Para Nabi dan Rasul Islam

25 Nama Nama Para Nabi dan Rasul Islam

Nabi dan Rasul IslamNabi (bahasa Arab: نبي). Kata "nabi" berasal dari kata naba yang berarti "dari tempat yang tinggi".

Nabi dan Rasul adalah manusia-manusia pilihan yang bertugas memberi petunjuk kepada manusia tentang keesaan Allah SWT dan membina mereka agar melaksanakan ajaran-Nya. Ciri-ciri mereka dikemukakan dalam Al-Qur’an,

"... ialah orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah. Mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada takut kepada seorang (pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan." (Q.S. Al Ahzab : 39).

Rasul (Arab:رسول Rasūl; Plural رسل Rusul) adalah seorang yang mendapat wahyu dari Allah dengan suatu syari'at dan ia diperintahkan untuk menyampaikannya dan mengamalkannya. Setiap rasul pasti seorang nabi, namun tidak setiap nabi itu seorang rasul. Jadi jumlah para nabi itu jauh lebih banyak ketimbang para rasul.

Perbedaan antara Nabi dan Rasul adalah : seorang Nabi menerima wahyu dari Allah SWT untuk dirinya sendiri, sedangkan Rasul menerima wahyu dari Allah SWT guna disampaikan kepada segenap umatnya. Para Nabi dan Rasul mempunyai 4 sifat wajib dan 4 sifat mustahil, serta satu sifat jaiz, yaitu:

  1. Shiddiq (benar), Mustahil ia Kizib (dusta).
  2. Amanah (dapat dipercaya), mustahil Khianat (curang).
  3. Tabliqh (Menyampaikan wahyu kepada umatnya), Mustahil Kitman (menyembunyikan Wahyu).
  4. Fathonah (Pandai/cerdas), Mustahil Jahlun (Bodoh).
  5. Bersifat jaiz yaitu Aradhul Basyariyah (sifat-sifat sebagaimana manusia).

Perbedaan Nabi dan Rasul
  • Jenjang kerasulan lebih tinggi daripada jenjang kenabian.
  • Rasul diutus kepada kaum yang kafir, sedangkan nabi diutus kepada kaum yang telah beriman.
  • Syari’at para rasul berbeda antara satu dengan yang lainnya, atau dengan kata lain bahwa para rasul diutus dengan membawa syari’at baru.
  • Rasul pertama adalah Nuh, sedangkan nabi yang pertama adalah Adam
  • Seluruh rasul yang diutus, Allah selamatkan dari percobaan pembunuhan yang dilancarkan oleh kaumnya. Adapun nabi, ada di antara mereka yang berhasil dibunuh oleh kaumnya.

Kriteria nabi dan rasul
  • Dipilih dan diangkat oleh Allah.
  • Mendapat mandat (wahyu) dari Allah.
  • Bersifat cerdas.
  • Dari umat Bani Adam (Manusia).
  • Nabi dan Rasul adalah seorang pria.
Dalam Islam terdapat banyak nabi, tetapi yang harus diketahui hanya 25 nabi dan 4 di antaranya adalah penerima Kitab Suci:
Muhammad adalah Khataman Nabiyyin atau Penutup Para Nabi.

"Muhammad itu sekali-kali bukanlah Bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (Q.S. Al Ahzab : 40).

Di dunia ini telah banyak Nabi dan Rasul telah diturunkan, tetapi yang wajib diketahui oleh umat Islam adalah sebanyak 25 Nabi dan Rasul, yaitu:
  1. Adam as (آدم)
  2. Idris as (ادريس)
  3. Nuh as (نوح)
  4. Hud as (هود)
  5. Shaleh as (صالح)
  6. Ibrahim as (ابراهيم)
  7. Luth as (لوط)
  8. Isma'il as (اسماعيل)
  9. Ishaq as (اسحاق)
  10. Ya'qub as (يعقوب)
  11. Yusuf as (يوسف) 
  12. Ayyub as (أيوب) 
  13. Syu'aib as (شعيب)
  14. Musa as (موسى)
  15. Harun as (هارون )
  16. Zulkifli as (ذو الكفل)
  17. Dawud as (داود)
  18. Sulayman as (سليمان)
  19. Ilyas as (إلياس)
  20. Al-Yasa as (اليسع)
  21. Yunus as (يونس)
  22. Zakariyya as (زكريا)
  23. Yahya as (يحيى)
  24. Isa as (عيسى)
  25. Muhammad S.A.W (محمد)
Read More
Tulisan 99 Asmaul Husna Arab Latin, Manfaat dan Artinya

Tulisan 99 Asmaul Husna Arab Latin, Manfaat dan Artinya

Allah
Dalam agama Islam, Asmaa'ul husna (bahasa Arab: أسماء الله الحسنى, asmāʾ allāh al-ḥusnā) adalah nama-nama Allah yang indah dan baik. Asma berarti nama dan husna berarti yang baik atau yang indah, jadi asma'ul husna adalah nama nama milik Allah yang baik lagi indah. Asma'ul husna secara harfiah adalah nama-nama, sebutan, gelar Allah yang baik dan agung sesuai dengan sifat-sifat-Nya. Nama-nama Allah yang agung dan mulia itu merupakan suatu kesatuan yang menyatu dalam kebesaran dan kehebatan milik Allah.

Dalil

Berikut adalah beberapa terjemahan dalil yang terkandung di dalam Al-Qur'an dan Hadits tentang asmaa'ul husna:
  • "Dialah Allah, tidak ada Tuhan/Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, Dia mempunyai asmaa'ul husna (nama-nama yang baik)." (Thaa-Haa 20:8)[1]
  • Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaa'ul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam salatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu" (Al-Israa' 17:110)
  • "Allah memiliki Asmaa' ulHusna, maka memohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama yang baik itu..." (Al-A'raaf :180)


Berikut ini daftar nama-nama 99 Asmaul Husna Arab Latin:
  • Allah     الله     Allah
  1. Ar Rahman     الرحمن     Yang Maha Pengasih
  2. Ar Rahiim     الرحيم     Yang Maha Penyayang
  3. Al Malik     الملك     Yang Maha Merajai (bisa di artikan Raja dari semua Raja)
  4. Al Quddus     القدوس     Yang Maha Suci
  5. As Salaam     السلام     Yang Maha Memberi Kesejahteraan
  6. Al Mu`min     المؤمن     Yang Maha Memberi Keamanan
  7. Al Muhaimin     المهيمن     Yang Maha Mengatur
  8. Al `Aziiz     العزيز     Yang Maha Perkasa
  9. Al Jabbar     الجبار     Yang Memiliki Mutlak Kegagahan
  10. Al Mutakabbir     المتكبر     Yang Maha Megah, Yang Memiliki Kebesaran
  11. Al Khaliq     الخالق     Yang Maha Pencipta
  12. Al Baari`     البارئ     Yang Maha Melepaskan (Membuat, Membentuk, Menyeimbangkan)
  13. Al Mushawwir     المصور     Yang Maha Membentuk Rupa (makhluknya)
  14. Al Ghaffaar     الغفار     Yang Maha Pengampun
  15. Al Qahhaar     القهار     Yang Maha Memaksa
  16. Al Wahhaab     الوهاب     Yang Maha Pemberi Karunia
  17. Ar Razzaaq     الرزاق     Yang Maha Pemberi Rezeki
  18. Al Fattaah     الفتاح     Yang Maha Pembuka Rahmat
  19. Al `Aliim     العليم     Yang Maha Mengetahui (Memiliki Ilmu)
  20. Al Qaabidh     القابض     Yang Maha Menyempitkan (makhluknya)
  21. Al Baasith     الباسط     Yang Maha Melapangkan (makhluknya)
  22. Al Khaafidh     الخافض     Yang Maha Merendahkan (makhluknya)
  23. Ar Raafi`     الرافع     Yang Maha Meninggikan (makhluknya)
  24. Al Mu`izz     المعز     Yang Maha Memuliakan (makhluknya)
  25. Al Mudzil     المذل     Yang Maha Menghinakan (makhluknya)
  26. Al Samii`     السميع     Yang Maha Mendengar
  27. Al Bashiir     البصير     Yang Maha Melihat
  28. Al Hakam     الحكم     Yang Maha Menetapkan
  29. Al `Adl     العدل     Yang Maha Adil
  30. Al Lathiif     اللطيف     Yang Maha Lembut
  31. Al Khabiir     الخبير     Yang Maha Mengenal
  32. Al Haliim     الحليم     Yang Maha Penyantun
  33. Al `Azhiim     العظيم     Yang Maha Agung
  34. Al Ghafuur     الغفور     Yang Maha Memberi Pengampunan
  35. As Syakuur     الشكور     Yang Maha Pembalas Budi (Menghargai)
  36. Al `Aliy     العلى     Yang Maha Tinggi
  37. Al Kabiir     الكبير     Yang Maha Besar
  38. Al Hafizh     الحفيظ     Yang Maha Memelihara
  39. Al Muqiit     المقيت     Yang Maha Pemberi Kecukupan
  40. Al Hasiib     الحسيب     Yang Maha Membuat Perhitungan
  41. Al Jaliil     الجليل     Yang Maha Luhur
  42. Al Kariim     الكريم     Yang Maha Pemurah
  43. Ar Raqiib     الرقيب     Yang Maha Mengawasi
  44. Al Mujiib     المجيب     Yang Maha Mengabulkan
  45. Al Waasi`     الواسع     Yang Maha Luas
  46. Al Hakiim     الحكيم     Yang Maha Maka Bijaksana
  47. Al Waduud     الودود     Yang Maha Mengasihi
  48. Al Majiid     المجيد     Yang Maha Mulia
  49. Al Baa`its     الباعث     Yang Maha Membangkitkan
  50. As Syahiid     الشهيد     Yang Maha Menyaksikan
  51. Al Haqq     الحق     Yang Maha Benar
  52. Al Wakiil     الوكيل     Yang Maha Memelihara
  53. Al Qawiyyu     القوى     Yang Maha Kuat
  54. Al Matiin     المتين     Yang Maha Kukuh
  55. Al Waliyy     الولى     Yang Maha Melindungi
  56. Al Hamiid     الحميد     Yang Maha Terpuji
  57. Al Muhshii     المحصى     Yang Maha Mengalkulasi (Menghitung Segala Sesuatu)
  58. Al Mubdi`     المبدئ     Yang Maha Memulai
  59. Al Mu`iid     المعيد     Yang Maha Mengembalikan Kehidupan
  60. Al Muhyii     المحيى     Yang Maha Menghidupkan
  61. Al Mumiitu     المميت     Yang Maha Mematikan
  62. Al Hayyu     الحي     Yang Maha Hidup
  63. Al Qayyuum     القيوم     Yang Maha Mandiri
  64. Al Waajid     الواجد     Yang Maha Penemu
  65. Al Maajid     الماجد     Yang Maha Mulia
  66. Al Wahid     الواحد     Yang Maha Tunggal
  67. Al Ahad     الاحد     Yang Maha Esa
  68. As Shamad     الصمد     Yang Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta
  69. Al Qaadir     القادر     Yang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan
  70. Al Muqtadir     المقتدر     Yang Maha Berkuasa
  71. Al Muqaddim     المقدم     Yang Maha Mendahulukan
  72. Al Mu`akkhir     المؤخر     Yang Maha Mengakhirkan
  73. Al Awwal     الأول     Yang Maha Awal
  74. Al Aakhir     الأخر     Yang Maha Akhir
  75. Az Zhaahir     الظاهر     Yang Maha Nyata
  76. Al Baathin     الباطن     Yang Maha Ghaib
  77. Al Waali     الوالي     Yang Maha Memerintah
  78. Al Muta`aalii     المتعالي     Yang Maha Tinggi
  79. Al Barru     البر     Yang Maha Penderma (Maha Pemberi Kebajikan)
  80. At Tawwaab     التواب     Yang Maha Penerima Tobat
  81. Al Muntaqim     المنتقم     Yang Maha Pemberi Balasan
  82. Al Afuww     العفو     Yang Maha Pemaaf
  83. Ar Ra`uuf     الرؤوف     Yang Maha Pengasuh
  84. Malikul Mulk      مالك الملك     Yang Maha Penguasa Kerajaan (Semesta)
  85. Dzul Jalaali Wal Ikraam     ذو الجلال و الإكرام     Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
  86. Al Muqsith      المقسط     Yang Maha Pemberi Keadilan
  87. Al Jamii`      الجامع     Yang Maha Mengumpulkan
  88. Al Ghaniyy    الغنى     Yang Maha Kaya
  89. Al Mughnii    المغنى     Yang Maha Pemberi Kekayaan
  90. Al Maani    المانع      Yang Maha Mencegah
  91. Ad Dhaar    الضار      Yang Maha Penimpa Kemudharatan
  92. An Nafii`    النافع     Yang Maha Memberi Manfaat
  93. An Nuur    النور     Yang Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi Cahaya)
  94. Al Haadii    الهادئ     Yang Maha Pemberi Petunjuk
  95. Al Badii'    البديع     Yang Maha Pencipta Yang Tiada Bandingannya
  96. Al Baaqii    الباقي     Yang Maha Kekal
  97. Al Waarits    الوارث     Yang Maha Pewaris
  98. Ar Rasyiid    الرشيد     Yang Maha Pandai
  99. As Shabuur    الصبور     Yang Maha Sabar
Read More